SMAN 8 SEMARNG MENGADAKAN PERINGATAN BULAN BAHASA 2018

Sudah kita ketahui bersama bahwa bulan Oktober adalah bulan bahasa, yang selalu diperingati di sekolah-sekolah atau instansi yang terkait. Kenapa bulan Oktober 

Indonesia merayakannya sebagai bulan bahasa Indonesia? Barangkali memang peringatan bulan bahasa dan sastra Indonesia belum banyak diketahui oleh sebagian masyarakat indonesia. Biasanya hanya orang-orang tertentu saja yang mengetahuinya, misalnya : pemerhati bahasa, kalangan akademisi, penggiat bahasa serta orang-orang yang memfokuskan dirinya pada sastra dan bahasa Indonesia. Sedangkan alasan bulan Oktober di[ilih sebagai bulan bahasa dan sastra merujuk pada sejarah bangsa. Pada bulan ini, tgl.28 Oktober diperingati sebagai hari Sumpah Pemuda, ditetapkan pula sebagai bahasa resmi yang akan digunakan untuk bermasyarakat, yakni bahasa Indonesia. Merujuk dari peristiwa bangsa itulah maka sampai saat ini, kita memperingati bulan Oktober adalah bulan bahasa.

Oleh karena itu pengutamaan bahasa Indonesia adalah sesuatu yang sangat perlu. Begitu juga dengan SMAN 8 Semarang, pada tgl. 26 Oktober 2018 mengadakan peringatan bulan bahasa, yang mengusung tema "Suara Sastra, Suara Kebebasan". kita kali ini tidk mengadakan lomba-lomba bahasa seperti biasanya, tetapi fokus pada pementasan bahasa dan budaya.

Acara dimulai pada pagi hari, jam 07.00 WIB. Acara di buka oleh sambutan kepala sekolah SMAN 8 semarang bp. Sugiyo S.Pd, M.Kom, untuk memeriahkan acara bulan bahasa,  bapak kepala Sekolah membacakan geguritan dengan judul "GURU". Tepuk tangan meriah dari guru dan murid-murid sebagai ungkapan rasa bangga dan senangnya karena kepala sekolah ikut berpartisipasi. Kejutan tidak sampai disitu saja, tiba-tiba empat anak dalam barisan myeruk keluar membacakan puisi yang apik dari Gus Mus berjudul "KAU INI BAGAIMANA ATAU AKU HARUS BAGAIMANA". Suasana hening dan haru menyelimuti seluruh peserta upacara. Puisi tersebut dibawakan dengan sempurna oleh mereka memecah hening suasana sebelumnya. Ternyata kejutan tidak berhenti disini saja, salah satu anak bernama Vincent tiba-tiba naik ke pangung membawakan dengan lantang puisi berjudul "AKU". Penghayatan dan kelantangan suara Vincent membuat decak kagum peserta upacara. 

Begitu pembacaan puisi selesai, acara dilanjutkan dengan tari massal, yang merupakan kolaborasi tari Bangladsh dan tari Jawa, suguhan kolaborasi tari yang indah ini disajikan oleh sekitar 120 murid. Keren sekali. Merinding rasanya melihat suguhan-suguhan indah dari anak-anak SMAN 8 Semarang. Tepuk tangan dan decak kagum terus membahana ketika pertunjukan usai di sajikan. kepuasan terpancar dari para penonton dan para pelaku yang menampilkan.

Sampailah pada puncak acara bulan bahasa tahun ini yaitu Penulisan puisi dalam balutan, Sekitar 1300 siswa bersama-sama menulis puisi dalam bentangan kain 200m. Puisi siswa untuk negri ini dipersembahkan oleh anak-anak SMAN 8 Semarang untuk Indonesia tercinta. Mereka menuliskan puisi dengan berbagai tema. Ada yang bertutur tentang rasa syukurnya atas kasih sayang seorang ibu, persahabatan, alam,  tentang guru bahkan tentang sandal jepit. . Ya puisi-puisi mereka berkisah tentang kesyahduan, kelucuan, motivasi dan juga hal-hal yang bikin greget.

Setelah rangkaian acara di atas, anak-anak dan guru beristirahat sekitar 30m. Acara dilanjutkan dengan berbagai hiburan dan pementasan siswa dan guru. pementasan pertama yaitu Musikalisasi puisi { Puisi Jawa/geguritan, puisi Indonesia dan ouisi bahasa Inggris}. Anak-anak menyanikan bebas puisi-puisi yang dipilihnya. terdengar apik dengan aransemen yang mereka bikin sendiri. Ada juga pembacaan cerpen oleh seorang siswi. cerpen yang ditulisnya dlm sebuah buku Antalogi SMA 8 ini berkisah tentang Laksmi yang untuk membuktikan kesuciannya harus di bakar, terinspirasi dari kisah Rama Sinta. penampilan berikutnya yaitu drama, siswa begitu antusias melihatnya karena drama ini diambil dari salah satu cepen dalam antalogi cerpen SMAN 8 juga. Bercerita tentang seorang gadis bernama Zahra yang selalu diikuti sesosok prajurit jaman kerajaan, dan selalu berapkaian adat Jawa dengan tombak ditangannya. tapi hanya Zahra yang bisa melihatnya. Prajurit itu hanya seorang jin muslim yang harus menjaga keselamatan Zahra karena kakeknya kalah perjanjian dengan kakek buyut Zahra. kisah ini terinspirasi dari kisah nyata. Penjaga ini bertugas menjaga Zahra sampai dia menikah. setelah menikah, penjaga akan menghilang dan akan timbul lagi kalau Zahra punya anak perempuan yang harus dijaga lagi.  Ah di akhir cerita sangat menyedihkan karena Sang Penjaga ternyata jatuh cinta pada Zahra yang harus menikah dengan Yuda pacarnya. setelah drama ini ada akapela yaitu permainan musik dari hentakan-hentakan gelas dengan nyanian bahasa Inggris. Sura yang terdebgar sangat indah walau hanya ritme hentakan gelas di atas meja.

Acara selanjutnya yaitu satu drama lagi tapi dengan menggunakan dua bahasa, bahasa jawa dan bahasa Indonesia, berjudul 'Lima Tahun dalam Penantian". Kisah ini merupakan kisah nyata kehidupan Kepala Sekolah Kami yang setelah lulus SD tidak dapat melanjutkan sekolah. Beliau menunggu lima tahun untuk bisa melanjutkan ke SMP. Kisah yang sangat mengharukan dan menginspirasi bagi kita semua untuk selalu berusah dan berdoa untuk mencapai cita-cita. Pemain-pemainnya yang apik mampu membuat penonton terharu menangis, apalagi setelah drama, salah satu anak dari penonton berdiri sambil menyanyikan lagu Ayah dengan sangat medu. Tak tersa air mata menetes haru. Super keren.

Penampilan-penampilan berikutnya yaitu nyanyian Jepang karena ada guru dari Japan Fondation di sekolah kami, yang dilanjutkan dengan gerak dan lagu yang sangat indah. disusul dengan lagu bahasa perancis. Ada juga band Smandela voice, band guru yang ikut memeriahkan acara. oh ya ada lagi yang tak kalah menariknya Fhameeda, volunteer dari Bangladesh menyanyikan dengan sangat fasih yaitu kagu Syantik.

Acara bulan bahasa kali ini sangat memuaskan. Semua berkat kerjasama team panitia guru dan murid yabg sangat kompak. Proses tak akan mengkhianati hasil.  [Ri].

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kali ini kita sengaja tidak mengadakan lomba-lomba bahasa seperti biasanya

 

 

 

 

 

 

 

 

Hubungi Kami

Jalan Raya Tugu, Tambakaji, Ngaliyan, Kota Semarang, 50185

  • dummy024 8664553

  • dummy024 8664553

  • dummy sman8smg@yahoo.com

Newsletter

Enter your email and we'll send you more information

Search